Meski hujan turun rintik-rintik, para peserta Kampanye Peduli Air dalam rangka memperingati Hari Air Dunia (HAD) XXII Tahun 2014 tetap antusias dan bersemangat melakukan aksinya di Bundaran Bank Indonesia (BI) dan berlanjut di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta (23/3).

Mereka membentangkan spanduk, menyebarkan sticker, membagikan bunga mawar, dan berorasi kepada pengguna jalan Thamrin-Sudirman dengan berjalan kaki dan bersepeda gembira mengelilingi Bundaran BI menuju Bundaran HI.

Tak kenal lelah, para peserta Kampanye Peduli Air terus meneriakan yel-yel hemat air dan energi, serta mengajak masyarakat Jakarta, khususnya yang sedang berada di sepanjang ruas jalan tersebut untuk membubuhkan tanda tangan kepedulian terhadap air, energi dan lingkungan, sesuai dengan tema HAD XXII Tahun 2014 yaitu “Air dan Energi”.

Aksi simpatik yang dikoordinir oleh Sekretaris Harian Dewan SDA Nasional ini, diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari pegawai pemerintah seperti dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Pertanian, Dinas Perhubungan, Bappenas, kalangan akademisi seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan elemen masyarakat lainnya seperti dari Yayasan Garuda Nusantara, Kemitraan Air Indonesia dan Tata Guna Patria.

Saat aksinya di Bundaran HI, para peserta Kampanye Peduli Air ini juga mempersembahkan tarian Saman dan tarian dari Kalimantan serta menyertai badut Si Wakor (Wadah Koordinasi) untuk menarik simpati masyarakat.

Kritis Air

Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) – Kementerian PU yang juga turut menyertai Aksi Simpatik ini, DR. Ir. M. Hasan, Dipl. HE, bahwa masyarakat dunia sudah rutin melakukan peringatan HAD yang diselenggerakan setiap tanggal 22 Maret.

“Itu sudah menjadi kesepakatan seluruh dunia. Karena, air jumlahnya terbatas di dunia, sedangkan jumlah penduduk meningkat terus. Ada beberapa negara di dunia sudah mulai kritis air. Namun untuk Indonesia, Alhamdulillah dari segi kuantitas atau jumlah air yang dilimpahi rahmat dari Allah SWT, masih cukup banyak,” kata Hasan.

Dirjen SDA menjelaskan, bahwa Indonesia merupakan negara terbesar kelima dari segi jumlah ketersediaan airnya, yaitu sekitar 3,9 triliun meter kubik. Namun pemanfaatannya baru sekitar 20 persen, yaitu sekitar 6 milyar meter kubik.

“Jadi belum terlalu banyak dimanfaatkan. Oleh karena itu agar optimal pendayagunaannya, maka kita harus meningkatkan pengelolaan sumber daya air. Mulai dari hulu sampai ke hilir, hingga pada tingkat kemanfaatan pemakaiannya oleh masyarakat. Kita himbau di sini adalah bagaimana masyarakat supaya hemat menggunakan air, hemat dalam kuantitasnya dan memelihara kualitasnya,” tutur Hasan.

Terkait hemat air tersebut, M. Hasan mencontohkan, jika jatah setiap orang minimum itu 60 liter air perkapita perhari, maka diharapkan orang tersebut tidak berlebihan dalam penggunaan air.

“Misalnya, jangan mandi sampai berboros air dan saat menggosok gigi kran airnya terus mengalir, namun harus dimatikan. Dari segi kualitasnya juga kita himbau seluruh masyarakat untuk sama-sama memelihara kebersihan lingkungannya, terutama sumber-sumber air seperti sungai, danau dan situ yang harus dijaga dan dipelihara, baik dari segi konservasinya maupun dari kualitasnya,” ucapnya.

M. Hasan mengingatkan, bahwa jika diperhatikan sungai-sungai yang mengalir di perkotaan Indonesia, hampir sebagian besar kotor sekali. Padahal, sungai tersebut seharusnya menjadi suatu wilayah yang sangat indah untuk dinikmati.

“Sungai bersih, sungai yang sehat itukan di negara maju menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan. Kita harus bersama-sama mengelola sumber daya air agar lebih baik dan bersinergi. Tidak bisa dari satu pihak saja, pemerintah. Harus seluruhnya, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, maupun seluruh komponen masyarakat. Intinya itu,” tegasnya.

Berkaitan dengan pemeliharaan sungai inilah, menurut M. Hasan, maka dari seluruh rangkaian acara memperingati HAD XXII tahun 2014, puncaknya akan dilakukan di Sungai Citarum – Jawa Barat yang direncanakan pada bulan Mei 2014.

“Kita tahu Sungai Citarum seringkali dikatakan terkotor di dunia. Oleh karena itu, kita pilih di sana dan berkomitmen dengan Pemprov Jawa Barat untuk terus meningkatkan kualitas Sungai Citarum itu dalam kurun waktu 4-5 tahun ke depan menjadi sungai yang bersih sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut M Hasan mengatakan, bahwa Pusat dan Pemprov Jawa Barat bersama-sama menggerakkan komponen masyarakat di sekitarnya untuk tidak membuang limbah ternaknya ke Sungai Citarum dan mengolah limbahnya menjadi bahan yang berguna.

“Limbah-limbah ternak di sana itu banyak sekali. Kita himbau kepada masyarakat agar tidak membuang kotorannya dan limbah ternak sapi ke sungai. Disanalah nanti akan menjadi lokasi puncak HAD 2014 ini,” jelasnya.

Terbarukan

Selain masalah sumber daya air, terkait dengan tema HAD 2014, yaitu “Air dan Energi”, M. Hasan menjelaskan, bahwa energi dapat berasal dari berbagai sumber. Salah satu sumber yang paling murah dan renewable (terbarukan) adalah air.


“Di Indonesia sumber energi renewable yang dominan ada dua sumber. Pertama berasal dari air dan kedua berasal dari solar cell (matahari). Tapi yang paling besar adalah sumber energi dari air,” ulasnya.

M. Hasan memang menekankan untuk terus meningkatkan sumber energi yang terbaruan tersebut, meskipun tak menampik ada sumber energi lainnya, seperti batu bara dan minyak bumi.

“Ada energi yang lain seperti batu bara dan lainnya, tetapi itu kan tidak renewable dan saya kira dari segi lingkungan juga dapat menimbulkan polusi. Oleh karena itu, sumber energi yang renewable tersebutlah yang akan kita tingkatkan,” tekannya.

Sebagai catatan, bahwa sumber air di Indonesia yang berpotensi untuk hidro power cukup besar yaitu sekitar 75 ribu Mega Watt. Namun yang baru dimanfaatkan hanya sekitar 6 persennya, yaitu sekitar 4 ribuan Mega Watt.

Oleh karena itu, Ditjen SDA – Kementerian PU berkoordinasi dengan Bappenas akan melakukan percepatan pembangunan atau pengembangan hidro power, baik skala besar PLTA maupun yang minihidro dan mikrohidro.

“Kita tingkatkan semuanya supaya betul-betul itu menjadi suatu potensi yang akan memberikan dukungan terhadap ketahanan energi di Indonesia ini,” ujarnya. **


Foto Lainnya : 

Aksi Simpatik H...
Aksi Simpatik H...
Aksi Simpatik H...
Aksi Simpatik H...
Aksi Simpatik H...
Aksi Simpatik H...
Aksi Simpatik H...
Aksi Simpatik H...

Kebijakan PSDA Nasional

Counter Pengunjung

Hari ini380
Kemarin467
Minggu ini3079
Bulan ini11813
Total376663

Situs Terkait

Webmail

Iklan Layanan Masyarakat