Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) sebagai salah satu organisasi non-Pemerintah yang menjadi Anggota Dewan Sumber Daya Air Nasional (Dewan SDA Nasional) Musayawarah Nasional (Munas) VI, di Jakarta 17-19 Nopember 2009.

Dalam laporan Ketua Panitia Munas VI Aspadin, Rembang Kayo, pembukaan Munas kali ini didahului oleh seminar bisnis dengan tema “Strategi bersaing di Lautan Air Minum” yang disampaikan oleh DR. Bayu Prawira Hie, pembukaan stand dan pameran dari para anggota dan perusahaan yang terkait dengan Aspadin.

“Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberi aspirasi bagi para anggota dalam mencari solusi pemasaran dan produksi yang kami yakin semua anggota mengahadapinya,” kata Rembang.

Rembang Kayo juga mengharapkan, agar pelaksanaan Munas VI tersebut dapat terlaksana dan lancar untuk mencapai hasil seperti yang diharapkan serta memberi manfaat bagi anggota Aspadin dan bagi pengembangan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Pemilihan Pengurus

Pada Munas VI Aspdin yang mengusung tema “Membangun Industri AMDK Yang Berwawasan Lingkungan” antara lain juga melaksanakan pemilihan pengurus baru untuk periode 2009 -2013 dan pengesahan peraturan tata tertib sidang Munas VI.

Terpilih sebagai Ketua Umum Aspadin periode 2009 - 2013 tersebut adalah Hendro Baroeno yang juga merupakan Anggota Dewan SDA Nasional. Sebelumnya pada masa bakti kepengurusan 2006 – 2009, Hendro Baroeno menjabat sebagai Wakil Ketua Umum.

Dalam kepengurusan baru ini nantinya dan sesuai dengan peraturan tata tertib sidang yang telah disepakti, minimal akan terdiri dari Pembina, Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan Bendahara sebelum Munas Secara Resmi ditutup.

Sebagai gambaran untuk kepengurusan Aspadi 2006 – 2009 terdiri dari Pembina, Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Wakil Sekretaris Jenderal, Bendahara, Wakil Bendahara dan beberapa bidang, seperti Bidang Pemasaran, Hukum dan Advokasi, Pemerintah dan Kemitraan, serta Bidang Pembinaan dan Pengawasan.

Ketika memberikan sambutan saat acara Gala Dinner malam harinya, Hendro Baroeno menyampaikan rasa terima kasihnya kepada anggota Aspadin yang telah memberikan kepercayaan bagi dirinya dan kepengurusan baru untuk dapat menyumbangkan tenaga dan pemikirannya bagi kemajuan Aspadin.

“Kami mengucapakan terima kasih dan untuk itu kami dan seluruh jajaran kepengurusan periode 2009 – 2013 akan senantiasa berupaya untuk lebih mengembangkan dan memajukan lagi Aspadin. Terlebih lagi Aspadin saat ini juga merupakan salah satu anggota Dewan SDA Nasional periode 2009 - 2014,” ujarnya.

Hendro melanjutkan, bahwa kegiatan Munas Aspadin ini diselenggarakan secara rutin dalam kurun waktu 3 (tiga) tahunan, selain untuk melaporkan dan mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, juga melaksanakan pemilihan kepengurusan baru periode 3 (tiga) tahun berikutnya.

“Pelaksanaan Munas tersebut biasanya dilaksanakan dan bertepatan dengan HUT Aspadin yang jatuh pada setiap tanggal 18 Nopember. Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan maksud untuk mendapat masukan berbagai permasalahan dan tantatangan yang timbul dari anggota Aspadin, agar dapat dicari solusinya yang tepat,” ungkapnya.

Hendro Baroeno menambahkan, bahwa Indonesia masih menghadapi krisi global sebagai dampak krisis di Amerika Serikat. Namun pengalaman menghadapi krisis tahun 1998, industri AMDK masih tegar dan bahkan mengalami pertumbuhan.

“Anggota Aspadin mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dalam periode kepengurusan 2006-2009. Secara umum, persaingan usaha akan semakin ketat, baik dengan sesama industri dalam negeri maupun dengan produk impor,” jelasnya.

Keanggotaan

Berdasarkan laporan kepengurusan Aspadin periode 2006 – 2009, telah bertambah (satu) lagi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) disamping Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang berada di Jakarta. Hinjgga tahun 2009 DPD yang telah terbentuk menjadi 9 (sembilan ) DPD, yaitu DPD Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Utara dan NAD, Sulawesi Selatan dan DPD Kalimantan Selatan.

Saat Aspadin didirikan pada tahun 1991, tercatat 40 perusahaan AMDK menjadi anggotanya. Jumlah anggota Aspadin terus meningkat, pada tahun 1993 berjumlah 45 perusahaaan, 62 perusahaan pada tahun 1997, 71 perusahaan tahun 2000, 108 perusahaan tahun 2003, 150 perusahaan tahun 2006 dan pada tahun 2009 ini telah meningkat lagi menjadi 183 perusahaan.

Rincian keanggotaan tersebut adalah DPP berjumlah 15 perusahaan, DPD Jawa Barat 53 perusahaan, DPD Jawa Timur 29 perusahaan, DPD Jawa Tengah 23 perusahaan, DPD Sumatera Utara dan NAD 13 perusahaan, DPD Kepulauan Riau 10 perusahaan, DPD Riau 10 perusahaan, DPD Sumatera Barat 6 (enam) perusahaan, DPD Sulawesi Selatan 9 (sembilan) perusahaan dan DPD Kalimantan Selatan 15 perusahaan.**

Kebijakan PSDA Nasional

Counter Pengunjung

Hari ini381
Kemarin467
Minggu ini3080
Bulan ini11814
Total376664

Situs Terkait

Webmail

Iklan Layanan Masyarakat