Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia (HAD) XVIII pada tahun 2010, Panitia HAD bekerjasama dengan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta dan masyarakat, menyelenggarakan arung Sungai Ciliwung, mulai dari Balekambang – Condet hingga Rawajati - Kalibata.

Sambil menyusuri sungai terbesar yang membelah Ibu Kota Negara RI ini, Panitia HAD juga melaksanakan lomba memungut sampah dengan peserta dari seluruh masyarakat di sekitar bantaran Sungai Ciliwung.

Dengan mempergunakan perahu buatan yang berasal dari dua ban dalam yang dirakit menjadi satu, sampah -sampah yang mengapung dan mengalir di Sungai Ciliwung diambil para peserta yang masing-masing kelompok terdiri dari dua orang tersebut.

Bahkan, tidak jarang para peserta ini yang berani menceburkan diri ke sungai untuk memungut satu-persatu sampah yang dilihatnya. Paling tidak, ada lebih dari lima kelompok peserta yang mengikuti lomba ini.

Sesampainya di tujuan akhir, yaitu di Kelurahan Rawajati – Kalibata, setiap kelompok peserta lomba menimbang hasil “bidikan” sampahnya di tempat yang telah disediakan panitia. Kemudian dilakukan pencatatan berat timbangan yang dihasilkan setiap kelompok para peserta.

Dari hasil catatan yang dilaksanakan Panitia HAD, tercatat sebagai juara harapan II, dari kelompok Tanjungan (Iqbal – Picuk) dengan hasil sampah yang didapat seberat 18,5 kg dan juara harapan I kelompok Gibass (Safrudin-Iyas) dengan sampah seberat 61,5 kg.

Sedangkan sebagai juara III adalah kelompok Lenteng Agung I (Ari-Yono) dengan sampah yang diperoleh seberat 104 kg, juara II kelompok Gibass (Misan-Manin) seberat 124,5 kg dan sebagai juara I adalah kelompok Lenteng Agung II (Ipul-Joni) dengan sampah yang diperoleh seberat 269 kg.

Tak banyak memang sampah yang seluruhnya berhasil diambil oleh para peserta lomba, bila dibandingkan dengan sampah-sampah yang selalu dibuang di Sungai Ciliwung. Namun hal ini amat berarti bila setiap warga khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung setiap hari dapat mengambil atau tidak membuang sampahnya ke sungai tersebut.

Seperti halnya pesan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Ir, Djoko Kirmanto, Dipl. HE sesaat sebelum memberikan selamat kepada para pemenang lombang memungut sampah di Sungai Ciliwung ini.

“Jangan hanya melaksanakan acara ceremonialnya saja. Mulai hari ini dan seterusnya kalau bisa kita mulai mengumpulkan sampah yang betebaran di Kali Ciliwung dan jangan membuang sampah di Kali ciliwung,” pesan Djoko Kirmanto.

Menteri PU juga menyampaikan pesan, agar kita juga menanam pohon di lingkungan kita masing-masing. Demikian juga dengan melaksanakan biopori yang akan membantu menyimpan air di dalam tanah.

“Dengan biopori, dapat membantu resapan air. Apa yang kita lakukan ini akan menjadi pesan untuk tetap di lakukan terus menerus. Mulai hari ini kita lakukan yang terbaik bagi lingkungan kita,” harap Menteri PU.

Kebijakan PSDA Nasional

Counter Pengunjung

Hari ini12
Kemarin755
Minggu ini1978
Bulan ini19134
Total344087

Situs Terkait

Webmail

Iklan Layanan Masyarakat