Dewan Sumber Daya Air Nasional
Mari Wariskan Mata Air Pada Anak Cucu Kita, Jangan Air Mata

Anggota Dewan SDA Nasional Unsur Non Pemerintah Periode 2014 - 2019

No. Nama Organisasi Alamat Profile
1 Ir. M. Rusdy H.M, Dipl.HE
Ir. M. Rusdy H.M, Dipl.HE
LPM AQUASYSTA
Perkantoran Crown Palace Rukan D-06 Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH, No. 231 Tebet, Jakarta Selatan Keppres No.43 Tahun 2014

LPM-AQUASYSTA merupakan organisasi yang berpartisipasi dalam membantu masyarakat dalam mengantisipasi, menyebarluaskan, penyuluhan dan penelitian tentang perubahan iklim dunia yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air. Organisasi ini beranggotakan 30 orang. Di dalam Dewan SDA Nasional merupakan organisasi yang mewakili unsur pengendali daya rusak air.

2 Ir. Hadi Susilo, MM
Ir. Hadi Susilo, MM
KNI-BB
Jl. H. Agus Salim No. 69 Jakarta 10350 Keppres No.43 Tahun 2014

Organisasi KNI-BB senantiasa perduli terhadap keamanan bendungan besar, baik dalam rangka pembangunan maupun pengelolaan bendungan, baik untuk tujuan konservasi SDA, pendayagunaan SDA maupun pengendalian daya rusak air. Dengan demikian perlu suatu sertifikasi keahlian dan peningkatan kualitas SDM. Secara periodik KNI-BB selalu menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi bendungan besar melalui penyelenggaraan seminar. Untuk meningkatakan kualitas SDM di keanggotaan organisasi ini, diikutsertakan dalam acara pertemuan tahunan International Commision on Large Dam (INACOLD). Organisasi yang kedua kalinya menjadi anggota Dewan SDA Nasional mewakili unsur pengendali daya rusak air tersebut, juga berperan cukup aktif dalam kegiatan Dewan SDA Nasional Periode 2009–2014.

3 KAREN SJARIEF TAMBAYONG
KAREN SJARIEF TAMBAYONG
Yayasan Air Adhi Eka (YAAE)
Jl. Prapanca II No. 3, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Keppres No.43 Tahun 2014

Yayasan ini didirikan pada Februari 1999 dengan akte notaris tahun 2001 dengan misi khusus “Membangun dan Mengembangkan Masyarakat Sadar Air”. Pada dasarnya yayasan ini merupakan usaha nirlaba dalam bidang kepelayanan umum, dengan kegiatan antara lain seminar, diskusi, workshop, dan berbagai jenis kegiatan yang menyangkut SDA, serta studi dan investigasi bekerjasama dengan JICA–Jepang dalam hal teknik dan manajemen bencana dari pembangunan SABO Dam. Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan selesai dibangunnya Monumen Sabo di Pasir Lebah Bawah-Bengkulu. Produknya antara lain, buku mengenai Sejarah Sabo di Indonesia & buku Sabo untuk Penanggulangan Bencana Akibat Aliran Sedimen. Menjadi anggota adalah untuk kedua kalinya, di mana pada periode 2009–2014 organisasi yang mewakli unsur pengendali daya rusak air ini turut berperan dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan Dewan SDA Nasional.

4 Ir. Marhuarar Napitupuku, Dipl. HE
Ir. Marhuarar Napitupuku, Dipl. HE
Kemitraan Air Indonesia (KAI)
Gd. IX Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jl. Pattimura 20, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan Keppres No.43 Tahun 2014

Merupakan organisasi yang diurus tidak kurang dari 30 orang tenaga ahli bidang teknik keairan, di mana di antaranya ada yang masih aktif berdinas di lingkungan kerja Ditjen SDA–Dep. PU. Organisasi KAI yang untuk kedua kalinya menjadi anggota Dewan SDA Nasional memiliki program orientasi kemasyarakatan dan berpengalaman dalam bidang pengelolaan SDA di Indonesia, sehingga sudah tepat menduduki tempat di Dewan SDA Nasional sebagai unsur perwakilan untuk konservasi SDA. Program kerja utama KAI, antara lain memberi masukan dalam penyusunan kebijakan dan strategi pengelolaan sumber daya air, mendukung pemerintah dalam kegiatan kampanye peduli air, dan menginisiasi pertemuan yang menghasilkan: (a) pemahaman yang komprehensif dalam pendekatan kemitraan menuju pembangunan berkelanjutan, (b) kesadaran dalam nilai kegiatan antarsektor, (c) mengembangkan penanganan isu penting. Kegiatan yang dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir, antara lain Toolbox Training di Jakarta (2008), Diseminasi Kebijakan Nasional Pengelolaan SDA di Jakarta (2009), Forum Air Indonesia IV di Jakarta (2010), Workshop IWRM dan Urban Water di Jakarta (2011) dan Kajian Penerapan Pengelolaan SDA Terpadu di Indonesia (2012). Organisasi ini sangat aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan Dewan SDA Nasional Periode 2009–2014.

5 Ir. Hendro Baroeno
Ir. Hendro Baroeno
Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN)
Kawasan Industri Pulu Gadung Jl. Pulo Lentut No. 3, Jakarta Timur Keppres No.43 Tahun 2014

Asosiasi ini berperan di Dewan SDA Nasional sebagai unsur perwakilan pengusaha air minum yang merupakan pengguna air untuk kebutuhan air minum dalam kemasan. Anggota asosiasi yang kedua kalinya menjadi anggota Dewan SDA Nasional ini, sekitar 189 perusahaan yang bernaung di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang berada di Jakarta, Dewan Pimpinan daerah (DPD) Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Utara dan NAD, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan DPD Bali. Asosiasi ini sangat aktif berperan dan mengikuti berbagai kegiatan Dewan SDA Nasional Periode 2009–2014.

6 Ir. S. Indro Tjahyono
Ir. S. Indro Tjahyono
Jaringan Kerjasama Pelestarian Hutan Indonesia (SKEPHI)
Komp. Liga Mas Indah Blok E-1 No. 3 Jl. Duren Tiga Raya, Pancoran Jakarta Selatan Keppres No.43 Tahun 2014

Bergerak dalam pelestarian hutan dengan menyelenggarakan kegiatan penelitian, studi kebijakan dan advokasi, proyek percontohan, pelatihan, seminar dan lokakarya, informasi dan publikasi, serta pengembangan lembaga dan sumber daya manusia. Penelitian yang telah dilakukan antara lain, Dampak Pencemaran Air terhadap Flora, Fauna dan Lingkungan Sekitar di Sungai Ciujung (1993). Studi kebijakan dan advokasi yang pernah dilakukan, misalnya Kajian tentang Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati di Indonesia (1990). Proyek percontohan yang telah diselenggarakan, antara lain: Program Konservasi dan Pembangunan Terpadu untuk Taman Nasional Siberut melalui Pengembangan Demplot Berbagai Kegiatan Pertanian Skala Kecil (1998) serta Pelatihan Konservasi dan Rehabilitasi Lahan untuk Petani yang tinggal di DAS Citarik dan Wilayah Sekitar (1996). Seminar dan lokakarya yang telah diselenggarakan, antara lain Seminar tentang Pengembangan Konsep Pelestarian Lingkungan Hidup di DKI Jakarta (1989). Kegiatan informasi dan publikasi yang telah diterbitkan: Buletin Berita Hutan, Tabloid Lestari Alamku, Majalah berbahasa Inggris SETIAKAWAN dan menerbitkan banyak judul buku terkait pelestarian hutan, lingkungan hidup dan kegiatan pembangunan yang mengancam kelestarian hutan. Organisasi SKEPHI Aktif dalam mengikuti lokakarya/workshop maupun seminar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan sektor SDA di Indonesia. Di antaranya ikut menghadiri sarasehan Hari Air Dunia (HAD) 2006 yang bertema perspektif budaya dan pengelolaan lahan dan air. Mewakli unsur konservasi sumber daya air, organisasi ini untuk kedua kalinya menjadi anggota dimana pada periode 2009–2014 sangat aktif berperan dalam berbagai kegiatan Dewan SDA Nasional.

7 Ir. Kuswanto Sumo Atmojo, M.Si
Ir. Kuswanto Sumo Atmojo, M.Si
Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES)
Jl. S Parman No. 81 Slipi, Jakarta Barat. Keppres No.43 Tahun 2014

LP3ES adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam kegiatan penelitian, pendidikan dan pengembangan masyarakat serta penyebarluasan informasi sosial dan ekonomi. Didirikan 19 Agustus 1971 oleh sejumlah tokoh aktivis dan cendekiawan, LP3ES merupakan salah satu LSM generasi awal yang juga dikenal sebagai lembaga studi dan menerbitkan jurnal PRISMA. Sejak awal 1980an, LP3ES menekuni isu-isu sosial dan ekonomi dalam bidang irigasi dan air besih, kemudian meluas ke bidang sumber daya air, termasuk konservasi dan pengendalian daya rusak air. Dalam keanggotan Dewan SDA Nasional yang kedua kalinya, organisasi yang mewakili unsur pengguna air untuk pertanian tersebut, sangat aktif berperan dalam berbagai kegiatan Dewan SDA Nasional Periode 2009–2014.

8 Prof. Dr. Otto S.R. Ongkosongo
Prof. Dr. Otto S.R. Ongkosongo
Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Gedung Mineral dan Batubara lt. 6 Jl. Prof. Dr. Supomo, SH. No. 10 Jakarta Selatan Keppres No.43 Tahun 2014

IAGI merupakan organisasi yang turut serta dan berperan aktif dalam pembangunan nasional dengan pembinaan di segala bidang yang berhubungan dengan geologi di Indonesia. Organisasi ini merupakan unsur yang mewakili pengendali daya rusak. Kegiatan IAGI terbagi menjadi 2 yaitu kegiatan yang melibatkan masyarakat yaitu bekerjasama dengan ahli-ahli hidrologi untuk mengaktifkan kembali Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia di Bandung, mengadakan penyuluhan tentang pemanfaatan air dengan nama “Selamatkan Air Sekarang”, mengangkat pengelolaan air dalam majalah BERITA IAGI 2012. Sedangkan kegiatan yang bersifat periodik yaitu aktif adalam penyuluhan dan seminar, pertemuan ilmiah tahunan, membahas sumberdaya alam termasuk air, mitigasi kebencanaan serta konservasi pemanfaatan air.

9 Ir. Kusnaeni, Dipl. HE
Ir. Kusnaeni, Dipl. HE
JARINGAN INFORMASI KOMUNIKASI PENGELOLAAN SDA (JIK-PA)
Jl. Kalimalang Blok A/20 PTB Pondok Kelapa, Jakarta Timur Keppres No.43 Tahun 2014

Organisasi yang menjadi anggota Dewan SDA Nasional kedua kalinya ini, berfokus terhadap peningkatan peran sektor dan peningkatan peran masyarakat dalam suatu gerakan kemitraan penyelamatan air secara nasional. Beberapa prestasi pernah diraih antara lain terbangunnya 37 kecamatan/desa dalam aspek fisik dan sosial/kelembagaan antara lain dengan terlaksananya pemetaan kondisi lingkungan fisik SDA serta penetapan lokasi hingga ke tingkat sub-sub Daerah Aliran Sungai (DAS). Melalui beberapa pelatihan sektor, di masyarakat terbentuk Kelompok Kerja GN-KPA di tingkat kecamatan, hingga Kelompok Komunikasi tingkat desa disertai matriks program bottom-up kelompok. Selain meneruskan kegiatan-kegiatan sesuai dengan kesepakatan yang sudah berlangsung, sekarang ini JIK-PA bersama pemerintah sudah menjadi motor dalam membangun komitmen dengan para stakeholder di 23 provinsi. Berperan dalam keanggotaan Dewan SDA Nasional Periode 2009–2014, organisasi ini mewakili unsur konservasi sumber daya air.

10 Ir. Imam Mustofa
Ir. Imam Mustofa
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan, Jakarta Selatan 12550 Keppres No.43 Tahun 2014

Organisasi HKTI di keanggotaan Dewan SDA Nasional untuk kedua kalinya, sebagai unsur dari perwakilan pengguna air untuk pertanian. Organisasi ini merupakan sebuah organisasi sosial di Indonesia yang berskala nasional, berdiri sendiri dan mandiri yang dikembangkan berdasarkan kesamaan aktifitas, profesi dan fungsi di dalam bidang agrikultur dan pengembangan pedesaan, sehingga memiliki karakter profesional dan persaudaraan. HKTI didirikan pada tanggal 27 April 1973 melalui penyatuan 14 organisasi penghasil pertanian utama. Organisasi ini juga berperan sangat aktif dalam keanggotaan Dewan SDA Nasional Periode 2009–2014.