Pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan menjadi salah satu tantangan penting dalam pembangunan nasional. Pertumbuhan penduduk, meningkatnya kebutuhan air di berbagai sektor, serta dampak perubahan iklim menuntut kebijakan dan strategi yang lebih adaptif dan terintegrasi. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi sumber daya air menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan air bagi generasi sekarang dan mendatang.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya pemanfaatan air tanah di berbagai wilayah yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, seperti penurunan muka tanah (land subsidence) dan menurunnya kualitas air. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan air melalui pendekatan Smart Water Management (SWM) yang memanfaatkan sistem berbasis data dan digitalisasi. Melalui pendekatan ini, pengelolaan sumber daya air dapat dilakukan secara lebih terukur, responsif, serta mendukung pengambilan keputusan yang berbasis informasi.
Dewan Sumber Daya Air Nasional (DSDAN) menyelenggarakan finalisasi perumusan 2 (dua) rekomendasi pada tanggal 2–3 Februari 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut merupakan tahapan terakhir pembahasan perumusan matriks rekomendasi sebelum disampaikan kepada instansi pengampu untuk ditetapkan dalam Sidang Pleno DSDAN mendatang.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan anggota DSDAN dari unsur pemerintah, yaitu kementerian/lembaga terkait, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DSDAN dari unsur non-pemerintah yang mewakili berbagai aspek, meliputi Aspek Konservasi Sumber Daya Air, Aspek Pendayagunaan Sumber Daya Air, dan Aspek Pengendalian Daya Rusak Air.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Sekretariat DSDAN, dilanjutkan dengan pemaparan oleh narasumber yang telah membantu perumusan konsep rancangan rekomendasi, kemudian pembahasan setiap poin dalam matriks rekomendasi oleh anggota DSDAN.
Pada hari pertama, dilakukan pembahasan rekomendasi “Meminimalkan Penggunaan Air Tanah” dengan narasumber Heru Hendrayana, akademisi Universitas Gadjah Mada, kemudian pembahasan matriks rekomendasi dipimpin oleh Saleh M. Nugrahadi. Pada hari kedua, dilakukan pembahasan rekomendasi “Penerapan Smart Water Management (SWM) Berbasis Digitalisasi untuk Pengelolaan Sumber Daya Air” dengan narasumber Rendro Edy Wibowo, pemerhati sumber daya air. Pembahasan matriks rekomendasi dipimpin oleh Robertus Wahyudi Triweko dan didampingi Waluyo Hatmoko sebagai sekretaris rapat.
Dalam pembahasan rekomendasi tersebut, ditegaskan komitmen DSDAN untuk menghasilkan rekomendasi yang terukur, implementatif, dan berdayaguna. Melalui proses finalisasi yang partisipatif lintas unsur, rekomendasi diharapkan menjadi rujukan kebijakan bagi instansi pengampu dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, adaptif terhadap tantangan, serta relevan dengan kebutuhan pembangunan ke depan.










