JAKARTA – Dewan Sumber Daya Air (SDA) Nasional menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan sebagai salah satu tantangan krusial dalam pembangunan nasional. Pertumbuhan penduduk yang cepat dan meningkatnya kebutuhan air baku menjadi pemicu utama perlunya sinergi dalam konservasi dan pengelolaan air bersih.
Berdasarkan kajian Balai Hidrologi dan Lingkungan Keairan, meskipun Indonesia memiliki potensi curah hujan rata-rata tinggi (sekitar 4 mm per tahun), ketahanan air nasional masih perlu diperhatikan secara serius untuk memastikan ketersediaan di masa depan.
Beberapa langkah strategis yang tengah digalakkan pemerintah antara lain:
- Peningkatan Infrastruktur: Pembangunan dan perbaikan jaringan pengelolaan air limbah domestik serta embung air baku.
- Konservasi Lingkungan: Aksi penanaman pohon dan pelestarian daerah resapan air untuk menjaga kualitas dan kuantitas air tanah.
- Penanggulangan Banjir: Rapat koordinasi dan perkuatan sinergi untuk pengendalian banjir, seperti yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di berbagai daerah.
“Pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara terintegrasi agar dapat memenuhi kebutuhan makhluk hidup secara berkelanjutan,” ujar perwakilan dari Dewan Sumber Daya Air Nasional.Perumda Tirta Taman Bontang +2
Selain infrastruktur, masyarakat diimbau untuk bijak menggunakan air dan membangun sistem penampungan air mandiri, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih, seperti yang terjadi di wilayah Jonggol.


