Dalam rangka melakukan penyusunan Rekomendasi Dewan Sumber Daya Air Nasional (DSDAN), Sekretariat DSDAN menyelenggarakan pembahasan pertama terkait Penyusunan Perumusan Rekomendasi DSDAN terkait Penerapan Smart Water Management (SWM) yang Berbasis Digitalisasi untuk Pengelolaan Sumber Daya Air.
Dalam sambutan pembukanya Kepala Sekretariat Dewan SDAN Yunitta Chandra Sari menyampaikan, “Penerapan Smart Water Management memungkinkan grasi data dari beberapa prasarana atau sumber air seperti irigasi, air baku, air limbah, bendungan, air tanah dan juga mata air, untuk membentuk sistem informasi pengelolaan SDA terpadu berbasis data, hal ini sejalan dengan fiksi pengelolaan SDA terpadu yaitu IWRM yang mengedepankan pendekatakan lintas sektoral”.
Smart Water Management berbasis digitalisasi merupakan pendekatan inovatif dalam pengelolaan sumber daya air yang mengintegrasikan teknologi modern, data, dan konektivitas untuk menjawab tantangan ketersediaan air di masa depan. Dengan memanfaatkan penginderaan jauh, IoT & sensor air, big data, serta kecerdasan buatan, konsep ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian air secara real-time, meningkatkan efisiensi distribusi, menjaga kualitas, serta mendukung upaya mitigasi bencana seperti banjir dan kekeringan.
Ratih Damayanti selaku Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN menyampaikan “BRIN melalui Organisasi Riset dan Pusat Riset telah berkontribusi dalam mendukung smart water management. Kontribusi BRIN bukan hanya pada pengembangan teknologi smart water, tetapi juga membantu tata Kelola, regulasi, serta kolaborasi multi-pihak untuk memastikan air dikelola secara berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim diatanranya: Penginderaan Jauh & Satelit, IoT & Sensor Air, Big Data & AI untuk SDA, Rekomendasi dan kolaborasi demi keberlanjutan SDA Indonesia”.
“Contoh penerapan Smart Water Management yang kami lakukan yaitu modernisasi dalam saluran irigasi, hal ini kita fokuskan untuk mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu Prioritas Nasional saat ini. Dengan adanya penerapan SWM ini diharapkan dapat terjadi peningkatan pelayanan irigasi yang mencakup efisiensi penyaluran dan kecukupan penyedian air, optimalisasi ketersedian, pemantauan dan pencagahan kehilangan air, pencegahan dan pemantau terhadap potensi pelanggaran dalam distribus air irigasi, serta pemantauan terpusat terhadap kerusakan jaringan dan kondisi darurat”, tambah Birendrajana selaku Direktur Bina Teknik, Kementerian Pekerjaan Umum.
Evi Anggraheni selaku Akademisi menyampaikan “Pandangan mengenai SWM sekarang jadi kunci penting untuk menghadapi dampak perubahan iklim, misalnya banjir dan kekeringan, Kalau ada ancaman, kita butuh reaksi cepat dari semua pihak pemerintah, masyarakat, swasta, sampai komunitas supaya risiko bisa ditekankan”.
Sugik Edy Sartono selaku Direktur Utama Perum Jasa Tirta I menambahkan “Kita sudah mulai menerapkan smart water meter bagi pelanggan. Alat ini membantu mengetahui pemakaian air secara lebih detail dan transparan. Lalu, di sisi lain, kita juga berusaha memanfaatkan big data dan machine learning untuk membuat proyeksi ke depan. Memang, saat ini kita masih menghadapi beberapa tantangan dalam penerapannya, tapi ini langkah penting untuk masa depan“.
Melalui rapat ini, diharapkan dapat menjadi bentuk pendekatan kolaboratif dan lintas sektor, yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, agar kita dapat mengembangkan solusi yang bersifat sistemik, menyeluruh, dan berkelanjutan. Hasil output dari rapat ini akan menjadi isu dan rekomendasi untuk dijadikan pembahasan oleh Dewan Sumber Daya Air Nasional kedepannya.








