Pusat Pengkajian Strategis Kehutanan (Puskashut) bersama dengan Yayasan Sarana Wana Jaya (SWJ) kembali menyelanggarakan diskusi bulanan berbentuk webinar yang mengangkat tema “Banjir yang Tidak Pernah Tuntas Teratasi dan Urgensi Mitigasinya”.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat No.28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau, Banjir adalah peristiwa meluapnya air sungai melebihi palung sungai. Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang mengancam wilayah perkotaan maupun perdesaan di Indonesia. Adapun penyebab banjir antara lain curah hujan ekstrem, okupasi lahan, pendangkalan sedimen dan pengelolaan sampah yang kurang baik.
Suharyanto selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana diwakili oleh Zaenal Arifin (Direktur Mitigasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menyampaikan materi mengenai Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi, dimana beliau menyampaikan data kejadian bencana akibat banjir sebanyak 1184 dan jumlah masyarakat yang menderita-mengungsi sampai dengan tahun 2025 (data per 25 Agustus 2025) mencapai 4,48 juta jiwa penduduk. Faktor kesiapsiagaan, mitgasi dan peringatan dini menjadi 3 faktor yang penting dalam mengurangi potensi banjir.
Menurut Luki Subehi selaku Kepala Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, monitoring deteksi dini cuaca ekstrem maupun kejadian banjir perlu ditingkatkan, terutama di daerah-daerah rawan bencana. Kemudahan akses data dan informasi juga menjadi hal yang sangat penting pada saat terjadi bencana, seperti banjir tahun 2025 ini. Selain itu, edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, perlu diperkuat agar tumbuh kepedulian bersama dalam menjaga keberlangsungan lingkungan perairan seperti sungai, waduk, dan situ di sekitar tempat tinggal mereka.
Dwi Purwanto selaku Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian PU yang pada kesempatan ini diwakili oleh Efi Gusfiana (Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA BBWS Ciliwung Cisadane), Memberikan materi mengenai Best Practices Mitigasi Struktural & Nonstruktural dalam Menanggulangi Banjir Di Jakarta dimana beliau menyampaikan bahwa, Pengembangan peringatan dini merupakan hal yang penting dalam mitigasi bencana banjir, hadirnya peringatan dini dapat mendeteksi banjir sebelum terjadi dan memberikan peringatan kepada Masyarakat.
Hadir pula dalam webinar ini Kepala Sekretariat Dewan SDA Nasional Ibu Yunitta Chandra Sari dan Anggota Dewan SDA Nasional unsur Nonpemerintah Bapak Purba Robert Mangapul Sianipar dari Asosiasi Persatuan Insinyur Indonesia.
Melalui webinar ini diharapkan lahir kesadaran bersama bahwa banjir bukan sekadar persoalan musiman, melainkan isu strategis yang membutuhkan langkah mitigasi berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sumber daya air yang lebih baik.








